Mengapa anak-anak
bisa belajar secara jauh lebih cepat dan lebih mudah daripada orang tua?
Jawaban dari pertanyaan tersebut bukanlah terletak pada ada tidaknya
perkembangan otak, namun lebih pada apa yang dilakukan oleh individu untuk
membantu perkembangan otaknya. Sehebat apapun perkembangan otak pada usia
anak-anak, jika anak-anak itu sendiri hanya duduk diam dan malas melakukan
apapun, maka tak banyak kemampuan baru yang bisa dipelajarinya. Anak yang
dibiarkan tumbuh tanpa pernah diberikan proses pembelajaran apapun akan sama
bebalnya dengan orang tua yang tak pernah mau belajar apapun.
Proses pembelajaran adalah kuncinya. Proses pembelajaran inilah yang
sesungguhnya memacu sekaligus mengarahkan perkembangan otak sehingga menjadi pikiran
yang cerdas. Kalau orang tua merasa sulit untuk mempelajari kemampuan baru, hal
itu sama sekali bukan karena tak lagi ada perkembangan otak di dalam dirinya,
namun karena perkembangan otak itu sama sekali tak dipacu oleh kegiatan proses
pembelajaran.
Jadi, urutan yang tepat bukanlah ”Saya malas belajar karena dalam usia saya,
tak ada lagi perkembangan otak,” namun ”Dalam usia saya, tak ada lagi
perkembangan otak karena saya malas belajar.”